Bola.com, Jakarta – Kejahatan siber di Indonesia terus meningkat dengan berbagai modus, mulai dari spoofing, masking, hingga penyalahgunaan identitas pelanggan. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digiminal (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menyebutkan bahwa scam call menjadi isu yang paling sering muncul, dilakukan melalui telepon, SMS, layanan pesan instan, dan email.
Untuk mencegah hal tersebut, Edwin meminta operator telekomunikasi memperkuat keamanan jaringan dengan membangun sistem antiscam berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini diharapkan mampu melakukan deteksi dini dan penyaringan otomatis terhadap panggilan palsu yang mengatasnamakan lembaga resmi maupun individu.
“Operator harus melindungi pelanggan dengan membangun infrastruktur dan teknologi antiscam agar panggilan penipuan, termasuk nomor masking, tidak lagi menjangkau pengguna,” tegas Edwin.
Ia juga menyoroti tingginya aktivitas registrasi nomor baru, yakni 500 ribu hingga satu juta nomor yang diaktifkan setiap hari. Kondisi ini, ditambah kebocoran data NIK dan Nomor KK, meningkatkan risiko penyalahgunaan identitas dalam proses aktivasi kartu SIM.
Sumber:https://www.bola.com/news/read/6212621/modus-kejahatan-siber-terus-berkembang-pemerintah-desak-operator-tingkatkan-proteksi-digital?page=2
Sumber:https://www.bola.com/news/read/6212621/modus-kejahatan-siber-terus-berkembang-pemerintah-desak-operator-tingkatkan-proteksi-digital?page=2