Aplikasi Terkenal di Indonesia Ternyata Sarang Penipu

By Admin in Peringatan Keamanan

Peringatan Keamanan
r
JAKARTA, CNBC Indonesia - Raksasa platform media sosial, Meta Platforms Inc. (perusahaan induk Facebook dan Instagram), dituduh mendapatkan keuntungan signifikan dari tayangan iklan penipuan dan promosi barang terlarang. Tuduhan serius ini dilayangkan oleh dua anggota Senat Amerika Serikat (AS), Senator Josh Hawley dan Senator Richard Blumenthal.

Kedua senator tersebut tidak tinggal diam. Mereka secara resmi meminta pemimpin Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) untuk segera membuka penyelidikan terhadap pendapatan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu.

Dalam surat yang ditujukan kepada kedua lembaga pengawas tersebut, Hawley dan Blumenthal mendesak adanya tindakan hukum yang tegas.

"FTC dan SEC harus segera membuka investigasi dan jika laporan akurat, mengambil tindakan hukum yang tegas jika diperlukan untuk memaksa Meta mengembalikan keuntungan, membayar denda dan setuju menghentikan tayangan iklan," kata Hawley dan Blumenthal, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/11/2025).

Permintaan penyelidikan ini menggarisbawahi kekhawatiran yang meningkat di kalangan regulator dan pembuat kebijakan AS mengenai peran platform teknologi besar dalam memfasilitasi aktivitas ilegal dan merugikan konsumen melalui sistem periklanan mereka. Jika laporan ini terbukti akurat, Meta akan menghadapi tuntutan untuk mengkompensasi kerugian yang timbul dan merevisi secara mendasar kebijakan periklanan mereka.

Back to Posts